Telkom Siap Realisasikan Internet Cepat 4G LTE

PT Telkom Indonesia kini semakin semangat untuk berinovasi demi meningkatkan mutu internet di Indonesia. Terlebih lagu dalam menyambut Era of Integrity, yang segala sesuatunya harus bisa saling terhubung antara satu dengan yang lain. Hal ini mulai dibicarakan sejak diumumkannya direksi baru sekaligus Rapat Umum Pemegang Saham Gabungan Luar Biasa oleh Telkom.

Dan Alex J. Sinaga resmi sebagai Direktur Utama. Sejak ditetapkannya, telkom saat ini sudah semakin berani untuk meningkatkan perkembangan bisnisnya. Salah satunya seperti target pendapatan mencapai 20% lebih tinggi jika dibandingkan dengan industri telekomunikasi di Indonesia lainnya. Kemudian meningkatkan market GAP sampai 300 triliun rupiah. Dan dengan memperluas area bisnisnya kini telkom juga sudah memaksimalkan perannya di 10 kawasan kota luar Indonesia.

[ads1]

Sampai dengan pertengahan 2014 lalu, seperti kita tahu bahwa telkom sudah berhasil mencapai pertumbuhan kerja keuangan yang meningkat dengan penghasilan sebesar 65,84 triliun rupiah. Atau bisa dibilang naik sebesar 7,1% dibanding kurun waktu yang sama di tahun sebelumnya. Sektor data, internet dan layanan IT menjadi kontributor terbesarnya yakni sekitar 40%.

Sebab itu, Alex akan terus fokus pada sektor tersebut. Dan nantinya akan dimulai realisasi pembangunan layanan 4G LTE. Sebenarnya ini sudah bisa dirasakan kira-kira pertengahan tahun 2015 ini nanti.

Pengembangan 4G LTE untuk project Telkom ke depan

Seperti yang dilansir oleh SWA Online berdasarkan hasil wawancara Fardil Khalidi bersama Dirut Telkom, dikatakan bahwa mulai tanggal 8 Desember 2014 kemarin sudah mulai diluncurkan The First Mobile Operator untuk layanan internet cepat 4G LTE. Bukan haya sekedar pipa saja sebagai messagenya, melainkan pia optimum untuk dipakai secara produktif. Dan bukan hanya pipa saja aplikasi yang sedang dikembangkan, namun terlebih lagi untuk bisa berkontribusi terhadap proses bisnis untuk sektor industri lain.

Handset 4G sudah mendapat izin di frekuensi 900 MHz yang biasa di 1800 MHz (growth lebih tinggi yang 900). Dan sudah ada pilihan sekitar 90 jenis untuk penggunaan handset 900 ini, dengan biaya yang beragam. Mulai dari di bawah 2 juta rupiah hingga 10 juta rupiah keatas.

LTE ini akan terus berlanjut. Tahun 2019 targetnya akan ada perbaikan dalam pengelolaan spektrum hingga bisa diutilasi sampai optimum. Diupayakan agar potensinya sama dengan negara lain. Sehingga masyarakat Indonesia bisa masuk ke era digital yang lebih baik.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.